Sabtu, 23 Juni 2012

Disaat Badai Bergelora


Shalom guys!!! Wah, ketemu lagi nih kita! :D kali ini postingan bertajuk “Disaat Badai Bergelora”. Wuih, mirip lirik lagu rohani ya? “Disaat badai bergelora, ku akan terbang bersama-Mu, Bapa Kau Raja atas semesta, ku tenang s’bab Kau Allahku”. Tau dong itu lagu apa? Judulnya Lingkupiku :D loh, loh jadi ngomongin lagu gini? Hehe lets back to the topic! Postingan kami kali ini memang akan mengulas mengenai BADAI. Lebih tepatnya, Badai yang Mengoreksi. Penasaran? Bingung? Just continue reading, guys :D

Wait, sebelumnya, sudahkah kalian menyiapkan hati untuk mendengar suara Tuhan? :) nahlo.. yuk beberapa detik, tundukan kepala, pejamkan mata, dan berkata “Tuhan Yesus, saya siap, berbicaralah Tuhan, amin.”

Let’s check on your Bible, guys.. on >> Ibrani 12:5-6. sudahkah kalian disana? Okeh, admin ketikin nih. Ibrani 12:5-6 “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: ‘Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.’”

Guys, Badai akan datang dalam kehidupan, dalam bentuk penderitaan atau krisis atau bahkan tragedi. Akan ada saat ketika kita bisa mengantisipasi badai, ketika kita melihat awan mulai gelap dan mendengar bunyi guntur dari kejauhan. Di lain waktu, badai akan tiba dengan tidak terduga. Tetapi siapapun tidak akan dapat melewatkan kenyataan bahwa kita semua pasti akan melalui badai.

Kita dapat membawa beberapa badai pada diri kita sendiri sebagai hasil dari tindakan-tindakan kita. Kita melakukan sesuatu yang salah dan kita akan menghadapi konsekuensi. Sebuah contoh klasik dari hal ini adalah pengalaman Yunus.

Tuhan telah memanggil Yunus, orang Israel, untuk pergi dan membawa pesan pertobatan ke kota besar Niniwe. Tetapi orang-orang Niniwe adalah musuh Israel. Jadi Yunus berpikir bahwa jika dia berkhotbah kepada orang Niniwe, mereka mungkin akan bertobat dan Tuhan akan mengasihani mereka. Di sisi lain, jika dia tidak berkhotbah kepada mereka, mereka tidak akan mau bertobat, dan Tuhan akan menghancurkan mereka. Maka musuh Israel akan berkurang satu lagi.

Jadi, Yunus naik sebuah kapal yang melakukan perjalanan ke arah yang berlawanan dari yang Tuhan telah perintahkan. Badai mengerikan berkecamuk begitu parah, yang bahkan membuat para pelaut berpengalaman mulai memanggil dewa-dewa mereka, berharap untuk diselamatkan. Akhirnya ditetapkan bahwa badai yang mereka hadapi adalah hasil dari ketidaktaatan Yunus. Jadi Yunus dibuang ke laut, dan kalian pasti tahu sisa ceritanya :)

Itulah yang kita sebut sebagai badai yang mengoreksi. Badai yang mengoreksi adalah pengingat bahwa Allah mengasihi kita. Jika Allah tidak mengasihi Yunus, Dia tidak akan mengirimkan badai. Tetapi Dia ingin menarik perhatian Yunus dan membuatnya kembali ke dalam jalur yang benar.

Jadi, jika kalian menemukan diri kalian berada di tengah-tengah badai yang mengoreksi, ketahuilah bahwa itu adalah karena Allah mengasihi kalian :D

So, the point is : Tuhan akan menegur dan menghajar orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya mereka dapat kembali ke jalur yang benar menuju berkat dan kehidupan :D keren ya Tuhan Yesus :)

Oh iya, guys!!!! engga bosen-bosennya kita rindu mengajak kalian untuk gabung bersama dalam KKR ibadah kaum muda BOANERGES di Kapel Tiberias Cinere, jam 5 sore, datang ya! YOU ARE INVITED! Tuhan Yesus hadir loh… buruan, bagi kalian kalian yang rindu jamahan Tuhan, datang dan ikuti ibadahnya, perjamuan kudus dan minyak urapan pasti ada loh! Come and join us! We always waiting for you :D

Follow us on twitter : @boanergescinere
Or our facebook : Boanerges Cinere

Nantikan postingan selanjutnya ya, See youu.. Tuhan Yesus memberkati :D

(sumber : materi Ibrani 12:5-6, Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar